REVIEW JURNAL 1
| Judul Jurnal | PEMANFAATAN APLIKASI GRAF PADA PEMBUATAN JALUR ANGKOT 05 TASIKMALAYA. |
| Penulis | Mira Kusmira, Taufiqurrochman |
| No. ISSN | p-ISSN : 2407-1846 e-ISSN : 2460-8416 |
| Reviewer | M Fauzi Ramadhan |
| Jumlah Halaman | 6 Halaman |
| Isi : | |
| -Identifikasi Masalah | 1. Bagaimana cara mengatasi angkot yang sering ngetem. 2. Bagaimana cara mengatasi kemacetan yang disebabkan oleh angkot ngetem. |
| -Tujuan | 1. Untuk membuat jalur angkutan kota menjadi teratur dan rapih. 2. Mengurangi kemacetan yang disebabkan oleh angkot ngetem. |
| -Metode Penyelesaian | 1. Chinesse Postman (Tukang Pos Cina), 2. Lintasan dan Sirkuit Euler. |
| – Pemecahan Masalah | Pembuatan jalur angkutan kota tidak jauh berbeda dengan persoalan tukang pos Cina. Persoalan tukang pos cina adalah bagaimana mengantarkan surat surat yang dibawa ke alamat alamat sepanjang jalan, sedangkan persoalan jalur angkutan umum adalah bagaimana sang supir angkot mengantarkan para penumpang bisa lebih cepat yang alamatnya tersebar di sepanjang jalan. Pada persoalan tukang pos cina, tukang pos harus kembali ketempat semula ketika ia sudah selesai mengantarkan semua surat-suratnya sehingga akan membentuk suatu sirkuit Euler. Sedangkan pada pembuatan jalur angkutan kota, supir angkot tidak kembali lagi ke tempat asalnya, tetapi ia menuju ke terminal atau pemberhentian yang lain sehingga akan membentuk suatu lintasan Euler. Ada empat persoalan yang kemungkinan besar akan ditemui dalam pembuatan jalur angkutan kota, yaiutu jika jalan merupakan lintasan euler, sirkuit euler, atau berupa lintasan dan jalur euler. |
| -Kesimpulan | Dengan pembuatan jalur angkutan kota yang rapih dan teratur, maka permasalahan tentang trnsfortasibdapat dikurangi. Para supir ankot akan mengurangi frekuensi ngetem mereka karena hanya ada satu atau dua jenis angkot yang melewati jalan yang sama. Kemacetan yang biasa terjadi juga akan berkurang karena jumlah supir angkot yang biasa ngetem akan berkurang. Para pemakai angkutan kota juga akan lebih mudah dalam menentukan angkot mana yang akan mereka naiki karena hanya ada satu atau dua jenis angkot dan juga karena jalur angkot mereka jelas. Jalur angkutan kota akn lebih mudah dibuat jika jalan yang akan dilewati berupa sirkuit Euler ataupun lintasan Euler, tetapi tidak keduanya. Jika jalan berupa sirkuit Euler dan lintasan Euler maka akan lebih sulit menentukan jalur angkutan kotanya karena harus dibuat salahsatu jaur lebih dahulu baru kemudian dibuat jalur yang lain. |
| -Kelebihan | 1. Dari penulisan sangat mudah dimengerti dan di pahami. 2. Metode yang digunakan pun sangat mudah dimengerti dan di pahami. 3. Terdapat teori dasar mengenai graf mungkin bisa jadi point plus. |
| -Kekurangan | 1. Model gambar graf yang digunakan pada teori kurang dimengerti . |
| Penerbit | Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta , 1-2 November 2017 |
| Sumber Jurnal | https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek/article/view/2056 |
REVIEW JURNAL 2
| Judul Jurnal | APLIKASI PEWARNAAN GRAF UNTUK OPTIMALISASI DISTRIBUSI RASKIN DI KABUPATEN SIDOARJO |
| Penulis | Nuril Lutvi Azizah, Muhammad Suryawinata |
| No.bISSN | e-ISSN: 2581-0154 |
| Reviewer | M Fauzi Ramadhan |
| Jumlah Halaman | 10 Halaman |
| Isi : | |
| -Identifikasi Masalah | Kurang optimalnya distribusi beras yang diterima oleh masing-masing titik distribusi di wilayaj Kabupaten Sidoarjo. |
| -Tujuan | Upaya untuk mengoptimalkan distribusi Raskin di wilayah Kabupaten Sidoarjo. |
| -Metode Penyelesaian | Algoritma Welch-Powell |
| -Pemecahan Masalah | 1. Aplikasi Pewarnaan Simpul Pada Titik Distribusi. 2. Deskripsi Perhitungan Data Awal. 3. Peranan Pewarnaan Graf dalam Penyelesaian Masalah. 4. Optimalisasi Distribusi Raskin |
| -Kesimpulan | Optimalisasi distribusi Raskin dengan pewarnaan simpul memberikan alternatif hasil dalam pemetaan atau pengelompokan wilayah Titik Distribusi pada tiap-tiap gudang ke RTS-PM. Dengan perbandingan perhitungan melalui data asli dan data hasil pengelompokan Titik Distribusi berdasar graf, diperoleh hasil bahwa dengan menggunakan metode Biaya Terkecil diperoleh hasil peningkatan dalam pendistribusian Raskin tiap bulan, dengan demikian distribusi Raskin akan semakin optimal. |
| -Kelebihan | Penggunaan pewarnaan simpul graf pada peta wilayah distribusi dengan algoritma Welch-Powell mampu meningkatkan distribusi Raskin di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan meninjau jarak dari gudang distribusi ke wilayah yang berdekatan. |
| -Kekurangan | Penulisan jurnal terlalu rumit dan sulit dipahami, tetapi tetap bagus. |
| Penerbit | Jur. Ris. & Apl. Mat. 2 (2018) |
| Sumber Jurnal | https://journal.unesa.ac.id/index.php/jram/article/view/2547/1694 |
REVIEW JURNAL 3
| Judul Jurnal | Pembangunan Perangkat Lunak Pembangkit Jadwal Kuliah dan Ujian Dengan Metode Pewarnaan Graf. |
| Penulis | Findra Kartika Sari Dewi |
| No. ISSN | p-ISSN : 2087-2534 e-ISSN : 0=2089-7642 |
| Reviewer | M Fauzi Ramadhan |
| Jumlah Halaman | 12 Halaman |
| Isi : | |
| -Identifikasi Masalah | 1. Bagaimana mengelola data mata kuliah, dosen, ruang kelas dan laboratorium yang terkait dengan kegiatan kuliah dan ujian. 2. Bagaimana membentuk data penawaran mata kuliah untuk suatu semester. 3. Bagaimana mengimplementasikan metode pewarnaan graf untuk menyelesaikan masalah penjadwalan kuliah dan ujian. |
| -Tujuan | 1. Mendesain dan mengimplementasikan perangkat lunak yang dapat membentuk jadwal kuliah dan jadwal ujian secara terkomputerisasi. 2. Membantu program studi dalam kegiatan penawaran dan penjadwalan kuliah dan ujian secara cepat dan akurat. |
| -Metode Penyelesaian | Menggunakan metode pewarnaan graf dan pemgujian software aplikasi antarmuka (interface). |
| -Pemecahan Masalah | Antarmuka Generate Jadwal adalah antarmuka yang digunakan untuk membangkitkan jadwal kuliah dan jadwal ujian, dimana didalamnya terjadi proses penjadwalan dengan metode pewarnaan graf. Tab Parameter Jadwal Kuliah digunakan untuk menerima parameter jadwal kuliah yang meliputi waktu kuliah yang dialokasikan, ruang kelas yang boleh digunakan, alokasi laboratorium, dan konstrain berupa jadwal rapat dosen. Tab Parameter Jadwal Ujian digunakan untuk menerima parameter jadwal ujian berupa jumlah hari ujian dan jumlah ruang ujian. Tab File Penawaran Mata Kuliah digunakan untuk menerima berkas penawaran mata kuliah. Data penawaran mata kuliah merupakan data input, yang disediakan dalam bentuk berkas teks (.txt) dengan format penulisan secara berurutan adalah kode mata kuliah, jumlah SKS, nama mata kuliah, jumlah kelas yang ditawarkan, diikuti dengan kode dosen pengajar sebanyak jumlah kelas yang ditawarkan. Setiap field dipisahkan dengan tanda tab. |
| -Kesimpulan | 1. Metode pewarnaan graf dapat digunakan untuk penyusunan jadwal kuliah dan jadwal ujian dengan peraturan pewarnaan verteks yang mempertimbangkan jenis mata kuliah, semester mata kuliah, dosen pengampu dan ruang yang digunakan. 2. Fingers mampu menangani tugas program studi untuk melakukan penjadwalan kuliah dan ujian serta menangani pengelolaan data-data yang berhubungan dengan penawaran dan penjadwalan mata kuliah. Jika tugas ini dikerjakan secara manual, maka dibutuhkan waktu dan pemikiran yang tidak sedikit serta ada keraguan dalam hal akurasi, namun dengan menggunakan Fingers tugas tersebut dapat diselesaikan dengan mudah, cepat dan akurat. 3. Perangkat lunak Fingers dapat dikembangkan dengan menambah fasilitas pemilihan hari dan sesi dimana dosen tidak bisa mengajar dan fasilitas penentuan jumlah ruang ujian yang dibutuhkan untuk masing-masing kelas mata kuliah. |
| -Kelebihan | Penyusunan jadwal, ruangan ujian menjadi lebih efektif dikarenakan menggunakan Fingers. |
| -Kekurangan | Ada beberapa tulisan yang susah dipahami dan dimengerti. Tapi tetap bagus. |
| Penerbit | |
| Sumber Jurnal | http://ojs.uajy.ac.id/index.php/jbi/article/view/295 |